“menjadi tua itu pasti, menjadi Dewasa adalah pilihan” -anonymous
Sampai detik ini, kita tau bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan adalah terus bersyukur. Bersyukur masih diberi kesehatan, rezeki yang cukup, kemampuan untuk berjuang dan bergerak, dan semua anugerah baik kecil maupun besar yang kadang kita tak menyadari hal itu.
Setiap detik, jatah kita untuk hidup di dunia semakin terus berkurang, kita terus menua seiring berjalannya waktu, ada anak-anak yang mulai tumbuh menjadi remaja, remaja yang mulai tumbuh dewasa, dan orang dewasa yang sekarang menikmati masa tuanya dengan berkebun di samping rumah.
Semua menjadi Dewasa dengan pengalaman yang bertambah karena menemui hal baru, tantangan baru, dan tanggung jawab baru. Yang secara tidak langsung, itu akan berpengaruh pada pola pikir dan bagaimana dia menyikapi setiap tantangan maupun masalah yang sedang dihadapi. Melihat suatu masalah dari banyak sudut pandang, mempertimbangkan baik buruknya juga, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang disekelilingnya.
Lebih cepat mengenal diri sendiri akan lebih baik untuk menentukan arah dan tujuan yang kita pilih. Mengenal kelebihan dan kekurangan, limit atau batas diri sendiri akan jauh memudahkan untuk kita memilih dan melangkah. Ibaratnya adalah pagar agar kita tidak terjerumus ke jurang, terjerumus ke hal-hal yang notabene akan banyak membuang waktu kita, padahal kita tahu bahwa waktu adalah hal yang tidak bisa diulang.
Memang tidak ada salahnya untuk mengejar mimpi, yang salah ketika kita lebih mengejar gengsi dan apa kata orang lain. Gengsi gak akan ada habisnya, sama dengan perkataan orang lain, omongan negatif cenderung membuat kita akan merasa stress, pusing, dan overthinking kalau orang lain berbicara hal negatif tentang kita. Padahal itu semua adalah hal yang gak bisa kita kontrol, yang bisa dikontrol adalah cara kita menaggapi apa kata mereka. Selama gak merugikan kita secara fisik dan materi, yasudah gapapa, biarkan. Tetap fokus dengan jalan yang kita pilih saja.
Toh hidup itu bukan lomba lari 100 meter, tapi lari marathon. Tentang siapa yang bisa bertahan hidup hingga mencapai finishnya masing-masing. Sebelum finish alangkah baik kalau kita terus berbagi dan bermanfaat untuk semuanya hehehe.
Tetap semangat dan terus berjuang ya jiwa muda! Kurangi rebahan dan magernya, tetap semangat walau masih belum dapet lampu hijau dari yang diatas, semoga segera diberi lampu hijau. Apa yang sedang diharap dan diperjuangkan segera tercapai, aamiinn.
Kalau kata Dochi dan Sansan “jangan jadi tua dan menyebalkan” hahhaa